Kategori
Berita

Hakim Ziyech Kembali Jalani Debut Sepakbola

Pemain Chelsea, Hakim Ziyech, terpantau kembali melakukan debutnya bersama tim nasional dari negeri asalnya. Sang pemain bintang Chelsea tersebut sebelumnya harus absen dari tim nasional Maroko selama kurang lebih 12 bulan terakhir setelah terlibat dalam sebuah insiden kontroversi. Meski demikian, kini ia memutuskan untuk kembali datang dan meramaikan ajang Piala Dunia 2022 di Qatar.

Main di Fun88 Sekarang

Kembalinya Hakim Ziyech

Pemain bintang asal Chelsea, Hakim Ziyech, memutuskan untuk kembali turun bersama tim nasional negara monako. Langkah tersebut ia ambil setelah sebelumnya dirinya terlibat insiden kontroversial dengan mantan pelatihnya. Akibatnya, sang pelatihnya kala itu memutuskan untuk tidak melibatkan dirinya hingga satu tahun berikutnya.

Sang mantan pemain sayap asal Ajax Amsterdam tersebut sekarang berumur 29 tahun. Di usianya tersebut, ia sudah menjalani total 39 laga bersama timnas Maroko sebelum keputusan untuk mengecualikan dirinya dari klub tersebut diambil oleh pihak tim.

Insiden Kontroversi Hakim Ziyech

Sebelumnya dirinya sempat dikabarkan terlibat dalam sebuah insiden penuh kontroversi. Ia diduga oleh Halilhodzic yang merupakan pelatih tim nasional Spanyol, atas upaya untuk mereka sebuah cedera pada tahun lalu. Tindakan tersebut diambil diduga karena untuk menghidnari laga-laga persahabatan yang digelar pada waktu insiden tersebut terjadi. Akibat tindakan tersebut, ia kemudian dinyatakan tidak akan diikutsertakan dalam tim nasional Monaco ketika menjalani babak kualifikasi untuk Piala Dunia 2022. Ia juga tercatat tidak turun bersama timnas Maroko ketika menjalani Piala Bangsa-bangsa Afrika di awal tahun ini.

Ketika diminta pandangannya terkait keputusan tersebut, sang pelatih timnas Maroko mengatakan bahwa keputusan atas Hakim Ziyech diambil dengan menempatkan kepentingan kolektif sebagai yang lebih utama. Setiap pihak yang tidak menghargai tim tidak akan bisa bermain dengan dirinya.

Dapat Dukungan

Dalam sebuah kesempatan saat diwawancara, situs link Fun88 mobile melaporkan sang pelatih menegaskan bahwa ketika seorang pemain mengenakan seragam tim nasional dair negara asalnya, maka ia bertanggung jawab dan memegang kepercayaan dari seluruh warga negara tersebut yang mencintai dan bangga terhadap tim tersebut. Maka setiap pemain atau pihak yang terlibat tidak bisa dengan seenaknya mencoreng citra klub serta negara tersebut. Ia langsung menegaskan bahwa semua pihak yang terlibat harus mampu bertindak dengan baik.

Keputusan atas Hakim Ziyech tersebut memang langsung menuai tensi panas. Peringkat timnas Maroko di FIFA terpantau langsung turun. Pihak asosiasi sepakbola di negara tersebut juga mengambil langkah serius dengan mencopot sang pelatih dari kursinya kemudian menunjuk Walid Regragui sebagai pelatih. Di bawah sang pelatih baru inilah, Hakim Ziyech pada akhirnya kembali diberikan kesempatan untuk membela tim nasional negara Maroko.

Setidaknya kondisi ini memberikan kabar baik bagi sang pelatih. Ia disebut sebenarnya berharap untuk bisa kembali bersua dengan rekan-rekan di tim negara asalnya tersebut. Apalagi saat ini, ia bisa bergabung dengan mantan pemain sayap asal Southampton, Sofiane Boufal, yang menurutnya akan menjadi rekan bermain yant tepat bagi dirinya.

Meski demikian, selalu muncul pertanyaan penting ketika menyangkut pemain yang terlibat dalam sebuah insiden. Apakah waktu yang diberikan dalam bentuk sanksi tersebut sudah cukup dan tepat untuk mendorong sang pemain memiliki etos kerja dan semangat bermain yang dibutuhkan? Tentunya hal ini harus dijawab langsung oleh sang pemain di hadapan sang pelatih baru.